Perasaan yang Fana

Lagi puitis saja, tidak ada hubungannya dengan rasa fana yang kau sebutkan

Tapi rasa fana itu terkadang sedikit memberi motivasi. Apakah puitis tak memiliki hubungan dengan rasa fana?

Tapi rasa fana itu nyaris membuat seorang insan jatuh ke dalam kegelapan yang kelam dimana didalamnya tak ada secercah cahaya pun didalamnya

Yaa kegelapan yang tak ada cahaya didalamnya, lalu bagaimana agar rasa fana itu tetap memberikan cahaya?

Rasa fana agar tidak jatuh mungkin insan tersebut harus jatuh kedalam kegelapan tersebut, agar dia dapat belajar dari jatuhnya.. “Tapi jika egkau insan yang cerdas, engkau tidak harus jatuh kedalam kegelapan, tapi belajarlah dari pengalaman sang fajar dimana awalnya ia diselimuti oleh kegelapan dan pada ahirnya ia memberikan cahayanya ke semua orang yang berfikir dan memahami pelajaran yang ia dapat”

Mereka memang belajar dari sang fajar agar tak masuk kedalam kegelapan yang amat pekat, akan tetapi kehidupan tetaplah kehidupan.. Dimana seluruh kehidupan tak hanya ada matahari dan mahluk tuhan yang bernamakan manusia, masih ada benda dan mahluk lain di semesta ini yang selalu memberikan bisika-bisikan untuk tak mendapatkan cahaya yang indah.

Sebenarnya insan harus membuka fikiran dan hati mereka itu tak bisa dipecah keseimbangann akan buyar olehnya tapi DOA juga menjadi utama untuk seorang insan mencapai kehidupan yang tenang dan dipenuhi cahaya

Yaa, hanya do’a dan dengan do’a lah semua kehidupan dan rasa fana akan stabil


Kehidupan dibalut dengan do’a akan lebih indah dan keren

Komentar

Postingan populer dari blog ini