Jikaa ku tanyakan pada seberkas cahaya yang ada hanya akan menyilaukan pandangan saja.

Akan tetapi dengan cahaya, kehidupan insan di permukaan bumi ini lebih bersinar

Memang betul lebih bersinar tapi semua cahaya akan menimbulkan bayangan dan bila insan tidak hati-hati, maka bayangan itu akan menelan mereka laksana bulan yang ditelan matahari dalam gerhana.

Nah betul sekali layaknya bulan ditelan matahari, Lalu apakah insan tersebut benar-benar harus meningglkan bayangan yang ada ?

Bukannya meninggalkan bayangan tapi sejujurnya seorang insan harus tau kemana ia melangkah, akankah ke cahaya yang penuh dengan kehangatan atau pada kegelapan yang dingin? Akan tetapi semua keputusan taka da yang salah, tergantung pada kenyamanan seseorang dalam memutuskan cahaya atau kegelapan?

Yaa, tapi tiap insan pastinya ingin menuju cahaya tapi terkadang mereka memiliki bayangan yang membuat mereka takut untuk beranjak.. Lalu bagaimanakah untuk memberi cahaya pada insan tersebut duhai pemuda?

Itu memerlukan waktu seribu tahun dan pengalaman sepanjang hayat kura-kura. Akan tetapi, jika 
engkau yakin pada satu cahaya yang hakiki (penciptamu) engkau tak akan terjelembab ke kegelapan. 

Untuk mendapatkannya memang tak semudah membalikkan tangan. Terkadang insan yang lalai akan lupa terhadap cahaya yang hakiki itu. Jikalau itu terjadi, berharaplah kau kembali dengan cepat pada cahaya hakiki tersebut atau bayangan-bayangan lain akan memberikan sebuah jalan.

Naah, memanglah sudah menjadi suratan ketika insan tersebut lupa akan cahaya awal mereka.. Memang tak secepat membalikkan tangan dan ketika hanya ada harapan didalamnya cahaya itu tak akan datang dengan sendirimya, bukankah begitu wahai pemuda ?


Memang harus seperti itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini