“Three”
Perkembangan zaman saat ini memang begitu canggih dengan
jarak yang begitu jauh mereka dapat berkomunikasi dan dengan cara ini pula lah
perkenalanku pada calon-calon penghuni gedung mewah tersebut berawal. Grup-grup
pada dinding facebook mulai bermunculan ketika aku mencari teman calon
universitasku, hingga ahirnya aku di tempatkan pada lantai yang begitu nyaman,
TIGA.
Tiga, tiga, dan tiga, semoga Allah selalu meridhoi dan
merahmati angka ganjil ini. Perjalanan dua terahir ini berawal dan berahir
dengan angka tiga, semoga akan tetap berlanjut dengan angka tiga. Mungkin tak
ada keistimewaan untuk kalian, tapi bagi ku angka ini telah menyaksikan setiap
jengkal langkah kakiku ketika aku tertawa, menangis, bermain di lantainya
(mengotori ataupun membersihkan), menaati dan melanggar aturan yang ada.
Sungguh, tak terasa semua ini akan berlalu dengan cepatnya.
Dari angka 3 kutemukan berbagai macam karakteristik, namun aku tetap suka
dan nyaman dengan angka ini. Terima kasih untuk kalian para penduduk 3 baik
taun lalu maupun sekarang, dan terimakasih untuk angka-angka lain yang telah memberi variasi warna dalam menjalani sepenggal kisah yang ada.
(3-13) Umul Mu’minin, Eka Apriyanti, Yuni Marthatillah, April, dan yang tak
bisa kusebutkan satu-satu karna lupa nama panjang kalian :) Terimakasih karna
dengan adanya kalian aku mampu berdiri dan bertahan dengan memandang indahnya
sang fajar terbit.
(3-14) Terimakasih juga untuk penduduk 3 taun ini, karna dengan adanya
kalian aku mampu bertahan dengan memberikan sedikit warna lain yang mungkin
belum kutorehkan taun lalu dan dengan kalian pula aku mampu belajar bagaimana
cara bertahan dengan memandang matahari terbenam.
Teruntuk Kim Sa Ra, walau awalnya aku tak tau seperti apa anak ini dengan
cerita-cerita yang diberikan oleh AI dan entah karena apa kita menjadi akrab
tapi sungguh terimakasih untukmu yang memberikan aku arti bagaimana harus
menangani setiap hal yang hadir dalam hidup dan bagaimana aku harus berdiri serta
berjalan tanpa tangan orang lain.
Teruntuk Musyrif-musyrifah yang telah membimbingku selama 2 tahun terakhir,
baik mba-mba yang menemaniku untuk sementara waktu atau hingga ahir
pendidikanku ini, terimakasih atas segala teguran-teguran untuk mengembalikanku
pada jalan yang sebenarnya walau seringkali diri ini berbelok tapi sungguh aku
paham jika semua itu hanya bentuk dari lem untuk mengembalikan secarik kertas
yang telah tersobek.
Teruntuk gedung mewah kecoklatan merah, terima kasih telah melindungiku
dari segala gejala alam yang terjadi 2 tahun ahir ini.
Teruntuk bapak-bapak satpam, terimakasih dan maaf atas kejadian satu tahun
lalu yang membuat kerisuhan di kawasan gedung mewah ini dan mungkin kejadian
saat itu akan menjadi potongan kecil yang tak terlupakan ketika saya berada di
sini. Semua itu hanya kesalahan teknis kok pak J semoga tidak akan ada kejadian seperti itu lagi J
Teruntuk Ibu-ibu cleaning service maafken yaa bu sering merepotkan ibu.
Kehidupan asramaku mungkin akan berahir pada tahun ini. Sungguh aku yakin,
aku akan rindu setiap jengkal kehidupan dengan aturan-aturan yang bergelantung.
Terimakasih sungguh terimakasih atas ilmu yang telah diberikan dan maafkan atas
segala tindakan-tindakan yang sering membuat kegaduhan gedung ini.
TERIMA KASIH PERSADA J
Komentar
Posting Komentar